Butuh bantuan? Periksalah situs Dukungan kami


Teori evolusi manusia Vs doktrin agama

  1. saya yakin masih banyak orang yang mempunyai pertanyaan dalam benaknya mengenai asal-usul manusia. mungkin bagi kalangan agamis mereka lebih memilih untuk sekedar menerima saja keterangan dalam kitab sucinya bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Tuhan. tapi dalam ilmu sains, ada kemungkinan bahwa wujud manusia sekarang ini adalah hasil evolusi dari bentuk2 sebelumnya (ada yang bilang dari kera, ada yang bilang manusia purba).
    sebagian orang dari kalangan agamis mungkin akan langsung mengecam "manusia tidak mungkin berasal dari kera, sebab nenek moyang manusia adalah Adam dan Hawa" lalu nenek moyang Adam dan Hawa siapa ya??
    sebagian orang mungkin juga akan berkata "teori itu adalah teori orang kafir" astaghfirullah...saya aja malu klo ada sudara seiman saya yang dgn lantangnya berbicara seperti itu.
    sebagian lagi mungkin masih dalam keadaan bingung... karena mau gak mau, bukti2 fisiknya ada kok, misalnya fosil manusia purba yang banyak ditemukan satu abad terakhir ini. gak mungkin deh rasanya klo semua itu cuma rekayasa.
    nah...ada juga sebagian orang yang meyakini bahwa Adam itu manusia pertama secara spiritual (bukan fisiknya). jadi mereka bisa dibilang berada di posisi tengah, yang tidak perlu menolak salah satu teori dari asal usul manusia.
    Bagaimana pendapat teman2, mungkin ada yang mau berbagi pengetahuannya?
    atau ada yang mau menyanggah dan membantah? silahkan... tapi saya harap diskusi ini berlangsung etis dan toleransi. jangan ada yang saling hujat. klopun ada yang membantah, harus disertai argumen yang mendukung. Selamat berdiskusi.....

    The blog I need help with is arihaz99.wordpress.com.

  2. Terkadang kehidupan itu harus dilihat berdasarkan bukti ilmiah!

  3. jadi??
    tanggapan Anda ttg teori evolusi sendiri gimana?
    trus tanggapan Anda mengenai kontroversi antara teori evolusi (yg berdasar bukti ilmiah) dgn keterangan dlm agama??

  4. wat gw manusia ya manusia hewan ya hewan.....................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Oke, bukan masalah pemikiran agama dan non-agama (emang agama nggak ilmiah ya?), maka hingga saat ini (entah pada suatu saat nanti ketika datang bukti ilmiah lain), saya bisa memahami dan menerima penjelasan ilmiah dari Harun Yahya tentang kontroversi asal usul manusia.
    Hal itu bisa dibaca di sini: http://omkicau.com/2010/03/31/burung-sejarah-dan-kontroversinya/3/

  6. @heerroo: klo bicara konteks sekarang ya emang begitu adanya "manusia ya manusia..hewan ya hewan" itu sama aja kita bicara "laki2 ya laki2..perempuan ya perempuan" atau "burung ya burung, anjing ya anjing"
    tapi skrg kan kita bicara mengenai asal usul manusia.... kontroversi antara doktrin agama yang meyakini bahwa manusia pertama adalah Adam yg diciptakan langsung oleh Tuhan, sedangkan ilmu pengetahuan perlahan mulai mendekati bukti2 ilmiah yg mengarah pada kenyataan bahwa wujud manusia skrg ini merupakan hasil evolusi dari makhluk dgn ciri berbeda pada masa sebelumnya, jadi gmn menurut anda?
    apakah dgn respon di atas berarti anda 'menolak' kemungkinan benarnya teori evolusi? klo iya, mungkin anda bisa menjelaskan argumen anda....

    @duto: saya udah baca artikelnya, tapi itu lebih kepada burung, reptil dan mamalia ya?? oke, thx referensinya, buat nambah pengetahuan.
    klo boleh bertanya lebih lanjut, menurut anda, proses munculnya manusia pertama kalinya di bumi ini tuh seperti apa?

    di kurikulum perlajaran sekolah kita dulu ataupun buku non-akademis (sampe skrg sich...sya liat di buku2 adik saya) sering mengajarkan bahwa manusia pertama adalah Adam yg diciptakan Tuhan dari tanah.
    jika anak2 zaman sekarang lebih kritis, mereka mungkin saja menanyakan "bagaimana cara Tuhan menciptakan Adam dari tanah liat?" apakah dgn membentuk tanah menyerupai manusia kemudian ditiup dan langsung hidup?
    apakah doktrin semacam ini tidak mengkerdilkan akal pikiran anak2 untuk melakukan pendekatan sains terhadap keterangan2 agama?

  7. @arihaz99
    Asal usul manusia berawal & berasal dari tingkat sublimasi cipta, rasa, karsa, & karya tiap individu itu sendiri. Mustahil mendapatkan konsepsi tunggal ttg manusia beserta kehidupannya diantara milyaran atau lebih individu...kecuali jika ada yg bisa menyeragamkan kebentukan manusia sedunia. Contoh gampangnya saya, meski berwujud kera (lihat avatar) tapi tak keberatan jika dipanggil manusia -- atau sebaliknya :)

  8. @babaliciou5: hahaha... bisa aja.. Well, ada benernya, tapi bukan berarti kita tidak perlu mencari asal usul manusia kan?
    dalam topik ini yg mau saya diskusikan adalah: bentrokan kepahaman antara doktrin agama (bahwa seluruh manusia berawal dari Adam dan Hawa), dan bukti2 ilmiah yang mengarah pada kepahaman bahwa manusia secara fisik, tidaklah diawali dari Adam saja tetapi terbentuk melalui proses evolusi dari spesies2 sblmnya spt beraneka ragam manusia purba yg pernah kita tau..

    Mengenai doktrin agama itu sendiri (maaf) memang saya gak bisa bicara banyak soal keterangan di luar agama Islam ya, krn saya beragama islam, tapi setau saya doktrin semacam itu kan juga ditemukan di agama2 spt kristen dan Katolik, dll. mungkin temen2 yg beragama lain bisa memberi masukan di sini.

    Oya, menurut Pak Agus Mustofa, penyebutan "manusia" dalam Al-Qur'an diistilahkan dalam dua bentuk kata yaitu "basyar" dan "insan". Menurut beliau, ayat2 yg menggunaan kata basyar lebih mengarah pada penjelasan proses pembentukan atau penciptaan manusia. sedangkan penggunaan kata insan lebih menjelaskan keadaan manusia yang sudah mempunyai cipta, rasa dan karsa spt yg anda bilang tadi bos... So, ringkasnya Agus Mustofa mencoba menawarkan sebuah teori baru (yg kontroversial tp masuk akal) bahwa manusia secar fisik telah terbentuk melalui proses evolusi sbgmn dijelaskan oleh sains modern. tapi manusia secara "insaani" dimulai dari 'ditiupkan'nya Ruh Allah kepada sebuah makhluk homosapiens yg namanya Adamm itu. maka Adam menjadi homosapiens pertama yg memiliki cipta rasa dan karsa alisa "manusia" pertama...

    What do you think about that sir?

    Btw, saya pernah mau mengunjungi tulisan anda ttg "gali dirimu lebih dalam wahai sapien" tapi kok dah gak aktif ya bos??

  9. = Tentang artikel yang saya rujukkan memang bicara tentang evolusi burung. Tetapi di sana ada bagian yang menyebutkan masalah asal usul manusia.

    = Terus terang kalau kita berdebat tentang "doktrin agama" versus "sains modern", maka saya tidak punya ilmu yang cukup untuk itu.

    = Hanya saja, saya ingin menyorot masalah yang Anda katakan sebagai sesuatu yang bersifat doktriner vs logika ilmu pengetahuan (yang Anda tuduh sebagai doktrin agama adalah "seluruh manusia berawal dari Adam dan Hawa", sementara yang Anda maksud sebagai "tahapan berdasar evolusi tertentu" merujuk pada perkataan Anda bahwa "bukti2 ilmiah yang mengarah pada kepahaman bahwa manusia secara fisik, tidaklah diawali dari Adam saja tetapi terbentuk melalui proses evolusi dari spesies2 sblmnya spt beraneka ragam manusia purba yg pernah kita tau").

    Saya tertarik dengan pernyataan Anda yang menurut saya sangat ambigu. Minimal Anda adalah "penganut" Agus Mustofa yang menurut Anda "menawarkan sebuah teori baru" dan yang menurut Anda juga "kontroversial tapi masuk akal".

    Pemikiran seperti Agus Mustofa itulah bagi saya pemikiran yang ambigu dan bahkan sangat tidak masuk akal. Atau bahkan kalau boleh saya mengatakan "sangat bodoh" (maaf kalau terdengar kasar). Pada satu sisi sebagaimana Anda sebut, Agus Mustofa mengatakan "masuk akal bahwa manusia secara fisik telah terbentuk melalui proses evolusi sbgmn dijelaskan oleh sains modern". Artinya, dalam hal ini dia menolak "dalil agama" bahwa manusia diciptakan begitu saja apa adanya karena dia memakai patokan yang disodorkan para penganut evolusionis yang tentu saja menurut Agus "masuk akal".

    Tetapi pada satu sisi Agus mengakui "manusia secara insaani dimulai dari ditiupkan'nya Ruh Allah kepada sebuah makhluk homosapiens yg namanya Adam itu. maka Adam menjadi homosapiens pertama yg memiliki cipta rasa dan karsa alisa 'manusia' pertama".

    Menurut saya pemikiran ala Agus itu adalah pemikiran "bodoh" karena kalau dia mengakui adanya "evolusi bentuk/fisik" seharusnya dia juga mengakui adanya "evolusi mental/spiritual". Tetapi dia tidak demikian karena, menurut saya mungkin dia tidak bisa menemukan adanya teori-teori sebelumnya tentang "evolusi mental".

    Pertanyaan saya adalah, benarkah evolusi fisik tidak berjalan seiring dengan evolusi mental/spiritual? Benarkah bahwa ketika hari Kamis Adam masih berpola pikir, bermental dan spiritual "hewan", lalu pada Jumat ditiupkan Ruh Allah, lalu hari Sabtunya Adam sudah bermental spiritual manusia? Pertanyaan lebih lanjut adalah, benarkah Allah meniupkan ruh Allah kepada Adam itu hanya sekali tiup langsung jadi; ataukah bertahap seperti halnya pentahapan evolusi fisik?

    Pemikiran Agus Mustofa yang masih "mencampuradukkan" antara "sains modern" (evolusi fisik) dan "doktrin agama" (dengan percaya bahwa ada sesuatu yang disebut Allah yang kemudian meniupkan ruh-Nya kepada makhluk yang setara secara spritual dengan hewan yang disebut Adam), itu menurut saya pemikiran setengah matang. Pada satu sisi dia ingin sekali mengikuti pemikiran "sains modern" dan pada sisi lain dia tetap berpegangan pada "doktrin agama".

    Pertanyaan berikutnya, jika kita percaya bahwa fisik manusia sekarang ini merupakan wujud hasil evolusi makhluk homosapiens, maka seharusnya kita percaya juga bahwa ketika kepada Adam ditiupkan "ruh Allah" masih banyak homosapiens lain yang sudah berujud seperti Adam. Nah, karena yang mendapat "ruh Allah" hanya satu homosapiens, yakni Adam, lantas pada kemana homosapiens lainnya itu berada? Di mana anak turun mereka? Apakah mereka kemudian musnah semua seketika karena tidak mendapat "ruh Allah" dan karenanya tidak punya cipta, rasa dan karsa?

    Pertanyaan berikut (masih dalam konteks pemikiran ambigu Agus Mustofa), di mana dan bagaimana Hawa terbentuk dalam mata rantai evolusi fisik itu? Kapan dan bagaimana "ruh Allah" itu kemudian menular dari Adam kepada Hawa?

    Apakah tidak mungkin bahwa yang disebut Adam dan Hawa itu sebenarnya merupakan bentuk jamak dari manusia, yakni suatu kaum atau kelompok masyarakat tertentu yang beranak pinak menurunkan kita-kita ini?

    Demikianlah dalam pendapat saya, bahwa pemikiran Agus Mustofa adalah pemikiran keblinger karena bingung ketika dia berlagak mampu mensintesakan antara pemikiran "sains modern" dengan "doktrin agama".

    Saya malah sangat salut dan respek kepada para penganut murni teori evolusi yang tidak perlu merasa berepot-repot berpikir tentang "doktrin agama" ketika mengembangkan teori mereka dengan segala asumsi dan hipotesisnya berdasar fakta yang mereka temukan atas fenomena alam.

    Dengan demikian, kalau kawan arihaz99 mengajak kita berdiskusi tentang "doktrin agama vs sains modern dalam kaitannya dengan evolusi makhluk hidup" terus terang saya angkat tangan dan tidak punya ilmu untuk "menggabungkan" dua kutup tersebut.

    Tetapi kalau saya diajak berdiskusi tentang logika berpikir dan bagaimana seharusnya menyimpulkan sesuatu, insya Allah, saya selalu siap dan oke-oke saja.

    ==============
    Terlepas dari masalah itu, pada suatu masa ketika saya masih muda, saya sering berpikiran binal juga tentang agama, termasuk juga tentang asal-usul manusia, budi pekerti dan bahkan tentang apa yang disebut Allah (dalam konteks agama Islam, yang saya anut).
    Apakah tidak mungkin bahwa saat ini merupakan masa-masa kawan arihaz99 memasuki masa-masa saya ketika sangat suka berbinal-ria dengan segala asumsi dan pikiran berdasar "logika" yang ada di kepala setelah mendapat masukan berbagai informasi dunia yang membentang sangat luas di depan mata?
    Ketika pada akhirnya saya menyadari bahwa saya tidak mungkin bisa mengumpulkan semua informasi yang relevan dengan apa yang sedang saya pertanyakan, apalagi merangkumnya dalam sebuah simpulan yang benar secara logika dan diterima akal semua manusia, maka saya hanya berserah diri kepada-Nya.
    ==================

    Nah....
    Apakah saya sependapat dengan teori evolusi? Bisa jadi ya....
    Apakah saya percaya dengan doktrin agama? Saya jawab tegas "iya".
    Lalu mana yang saya pilih?
    Saya melihat kedua hal itu bagaikan sepasang jalur rel kereta api. Selalu menuju tempat yang sama, meski tidak pernah bisa ketemu di manapun juga.. Tempat yang sama itu sering disebut orang sebagai "kebenaran".
    Darwin dan para pengikutnya, mereka memeras otak sepanjang hidup mereka untuk mengembangkan teori evolusi semata-mata karena ingin memberi jalan kepada manusia untuk mendapatkan "kebenaran".
    Agama diturunkan ke dunia, juga semata-mata agar manusia mendapatkan "kebenaran".
    Cobalah Anda pertemukan ujung dua rel pada satu titik yang sama, maka kereta api akan terjungkir balik bahkan sebelum mencapai titik pertemuan kedua rel itu tersebut.

    Oleh karena itu ketika Agus Mustofa mencoba menggabungkan "sains modern" dengan "doktrin agama", maka saya hanya bisa tertawa-tawa. Namun keberanian dia untuk saya tertawakan (ya barangkali memang hanya saya yang cupet otak sehingga hanya saya yang tidak bisa mengikuti pemikiran dia "yang brilian atau kontroversial tetapi masuk akal", harus saya acungi jempol. Sebab saya pun tahu, dia juga sedang mencoba mencari sebuah "kebenaran".

    Selamat berdiskusi....

  10. @arihaz99
    Tambahan:
    Kawan @arihaz99 mengatakan "jika anak2 zaman sekarang lebih kritis, mereka mungkin saja menanyakan "bagaimana cara Tuhan menciptakan Adam dari tanah liat?" apakah dgn membentuk tanah menyerupai manusia kemudian ditiup dan langsung hidup? apakah doktrin semacam ini tidak mengkerdilkan akal pikiran anak2 untuk melakukan pendekatan sains terhadap keterangan2 agama?"

    Dalam konteks yang sama saya juga ingin bertanya kepada kawan arihaz99, jika kita juga lebih kritis, apakah ayat2 di Alquran yang menyebutkan ada ruh yang ditiupkan oleh apa yang disebut Allah yang punya mulut dan bernafas (karena "meniupkan" sesuatu) tidak mengkerdilkan pikiran manusia juga?

    Logika apa yang dipakai untuk menerima doktrin agama seperti itu dan pada saat yang sama menolak doktrin bahwa Adam diciptakan dari tanah liat sementara anak turunnya diciptakan dari setetes air hina yang kemudian disempurnakan oleh-Nya?

    Saya bingung, entah teman2 yang lain.

  11. Yang jelas manusia dan mahluk lain dbumi dan langit diCitakan Oleh TUHAN YANG MAHA ESA.

  12. @arali2008 : iya klo itu sih saya juga sepakat.. tapi berkaitan ma topik yg lagi diusung ni gmn menurut anda?

    @duto : Siip...sya suka ma orang yg antusias dan etis dlm sebuah forum. jwbn2 anda sbnrnya cukup konstruktif buat sya, walaupun ada bbrp perbedaan pendapat, sya harap qta bisa saling menghargai ya..

    pertama, mengenai judul dari topik diskusi ini, saya sengaja mencantumkannya dgn bentuk kalimat spt itu, ya untuk mengundang pengunjung lah, tapi kan relevan dgn yg saya bahas.. dan di bawah judul, sya juga sudh memberi rincian.

    intinya, sya mengajak semuanya untuk mendiskusikan mengenai adanya kontroversi antara doktrin agama dan teori evolusi.. (yg sebenarnya merupakan kontroversi bersejarah antara doktrin agama dan perkembangan iptek, bisa dibilang begitu lah...). saya ingin mengajak semuanya untuk mendiskusikan bgmn sikap kita thd isu itu, bukan berarti sya mengajak utk menyatukan keduanya, itu kurang tepat.

    saya cuma ingin tau sikap org2 thd isu ini gmn, mngkin ada yg cenderung menolak teori sains sebab sgt yakin dgn keterangan dr agamanya, ato sebaliknya, ato malah ada yg percaya keduanya ato menolak keduanya. dari sikap yg beragam ini, apa argumen mrk masing2... jadi sya tdk menyuruh/mengajak org utk menyatukan keduanya bos...

    kedua, sya sih kurang setuju dgn sikap anda yg mengatakan pemikiran ssorg itu adlh pemikiran yg bodoh. selain kurang etis, sya rasa itu juga tdk baik, sebab anda juga bisa 'menyakiti hati' org2 yg sepakat dan mendukung 'pemikiran bodoh' itu.. tapi ya itu hak anda sih, sya cuma saran mungkin anda bisa menyampaikannya dgn cara lain..

    mengenai pemikiran agus mustofa sendiri, sya cukup menghargai upayanya memecahkan teka teki kehidupan.. daripada org2 yg tidak mau menggunakan akalnya utk mencari KEBENARAN (sbgmn yg anda sebutkan) dan lebih memilih 'menerima mentah2' segala ketentuan yg dikatakan dlm ajaran agamanya (sya tdk bermaksud menyerang ketentuan ilahi, tpi penafsiran ssorg thd teks2 suci bisa sangat kaku dan tidak kontekstual)

    begitu pula dgn pemikiran anda, sya juga sangat menghargai, menurut saya bisa dibilang anda menawarkan sebuah hipotesa yg menarik, sya pun sempat berpikir spt itu, dmn istilah ADAM dan HAWA bukanlah merujuk pada seseorang sbgmn yg dipahami org banyak skrg ini.. tapi jika begitu, berarti bisa jadi teori evolusi mental yg anda maksudkan kan mempunyai potensi 'kehidupannya', hehe... itu juga bisa menjawab pertanyaan anda dimana homosapien yg lainnya? bisa jadi mereka mencapai suatu tingkat kesadaran spiritual secara bertahap dan akhirnya semua homosapien pada waktu tertentu telah SEMUANYA memiliki kesadaran itu...

    selain merujuk pada teori agus mustofa, sya sendiri juga mempelajari ilmu antropologi (walau tdk mendalam) tapi sya mendapatkan bnyk pelajaran juga dari cabang ilmu itu.secara sederhana, dpt saya ringkas begini lah:

    1. pola evolusi yg mungkin saja dulu terjadi bukanlah "manusia purba" --> "missing link" --> "manusia sekarang". tdk secara linear begitu, tapi secara bercabang (susah saya gambarkan di sini). hal ini berlanjut pada kesimpulan, mungkin saja ras2 manusia sekarang berasal dari makhluk induk yg berbeda. misalnya, ras kaukasoid berasal dari manusia purba "Homo Neanderthal", ras mongoloid di daerah china berasal dari "pithecanthropus pekinensis" dst...

    2. sebuah peradaban dimulai dgn adanya kemampuan berbahasa bagi suatu makhluk, sebab tanpa adanya kemampuan berbahasa (kemampuan menghasilkan berbagai bunyi yg menjadi simbol2 tertentu utk mewakili suatu makna informasi) maka makhluk tdk bisa berinteraksi dan membuat suatu sistem pembagian kerja (mis berburu, mencari makan, mengolah bahan makanan, dll)

    3. ada suatu fase dari evolusi makhluk tegap ini yang membuatnya mempunyai kapasitas otak melebihi kelompok kera besar dan mendekati manusia (klo tdk salah, kera 800 cc, manusia purba 1.000-1.300 cc dan manusia sekarang sekitar 1.500 cc), jadi dari kapasitas otak yg berbeda, ini memungkinkan mereka mengalami evolusi pemikiran dan mental (mgkn sja sbgmn yg tadi anda maksud).

    bgmn pun, ilmu sya juga masih sedikit, mari kita saling berbagi tanpa saling menghujat...

    mengenai suatu masa dimana anda merasa berpikir sgt binal thd agama, itu mungkin tdk terjadi pada sya dgn cara dan bentuk yg sama... mungkin bisa dibilang, saya senang memiliki pemikiran yg meluas, sya punya banyak pertanyaan, dan sya berusaha mencari jawabannya... ada saatnya saya berserah, sya berharap sya sedang melakukan hal yg benar, klopun salah, sya sangat mengharap bimbingan-Nya, ada juga saatnya dimana pikiran saya melayang jauh ke mana2 dan saya harus memenuhi kehausan bathin untuk mencari jawaban2 atas segala teka teki yg ada di hadapan sya. hal ini sebenarnya sgt efektif nbagi sya untuk semakin mengenal-Nya, dan mendekat dgn-Nya.. pernahkah mendengar pepatah "God Doesn't Play Dice" kurang lebih spt itu... semua ini adalah proses, semua ada dalam sebuah sistem. alangkah meruginya jika kita tidak mencoba memahaminya.. jikapun kita telah menemukan suatu jawaban, tentu 'yakin' itu akan tumbuh dgn sendirinya...

    anyhow, qta adalah manusia bro...

  13. @arihaz99
    Hehehe, terima kasih.
    Kalau ungkapan "bodoh" saya lontarkan adalah dalam konteks lawan dari "pemikiran cermerlang, pemikiran luar biasa" dsb yang banyak dilontarkan para pengagum Agus. Kalau kebetulan pengagum Agus Mustofa juga banyak yang pejabat tinggi negara, ya itu hak mereka.

    "Bodoh" ataupun "pemikiran cemerlang" hanyalah atribut yang dilekatkan orang kepada seseorang lainnya. Apakah secara esensi Agus Mustofa bodoh, saya tidak mau mengatakan itu. Dalam soal hafal menghafal teks Alquran kemudian menyuplik ayat di sana-sini untuk menopang sejumlah argumen dia ketika menulis banyak buku, saya akui dia jago. Kalimat2nya barangkali meluncur bagai hembusan sihir untuk para pengagumnya.

    Tetapi ketika dia mencoba berbicara tentang teori evolusi misalnya yang dicoba kait-kaitkan dengan ayat Alquran, dalam konteks inilah saya mengatakan dia "bodoh". Bodoh karena ingin memaksakan diri menggunakan paradigma yang digunakan para evolusionis (dg postulat, asumsi, argumen, hipotesis berdasar bukti-bukti peninggalan sejarah) dengan "kemahiran" dia menghafal dan memilah ayat-ayat Alquran dengan tafsir menurut dirinya sendiri.

    Agus Mustofa bukanlah peneliti dalam arti sebagai observer lapangan sebagaimana Darwin dan sebagainya. Dia hanya peneliti teks. Penelitian yang dia lakukan adalah penelitian kepustakaan. Loh, apakah ini salah? Enggak juga.... cumaaaaa.... ketika dia sangat hafal akan ayat-ayat Alquran kemudian dia mencoba "menafsirkan" berbagai tulisan tentang teori evoluasi manusia, teori-teori terjadinya alam semesta, dan sebagainya berdasar hafalannya akan ayat-ayat Alquran, hohoho.... nggak masuk dalam hitungan saya sebagai "pemikir cemerlang". Pada satu kaki dia berada di alam pemikiran sekuler dan satunya lagi di alam doktriner.

    Kalau dalam konteks ini kawan arihaz99 mengelak dengan mengatakan "tidak mencoba mempertemukan" alam pemikiran sekuler dan dan alam doktriner, ya barangkali saya yang bodoh dalam menafsirkan pengantar yang kawan arihaz99 berikan ketika berbicara tentang teori evolusi dan pada saat yang sama berbicara tentang doktrin agama.

    Bagi saya, selama kawan arihaz99 mengajak saya berdiskusi tentang dua kutub tersebut pada satu sesion diskusi, maka saya mengatakan saya tidak sanggup karena saya tidak punya ilmu tentang itu. Lain misalnya kalau saya diajak berbicara panjang lebar soal teori evolusi itu sendiri dan pada saat yang sama saya membebaskan diri dari belenggu "doktrin agama" wah.... ini tema yang sangat menarik. Saya tidak punya ilmu tentang itu, tetapi saya "sangat tertarik".

    Berkaitan dengan hal itu, karena apa yang saya sampaikan barangkali sudah out of topic dari threat awal, saya mohon maaf. Dan untuk diskusi selanjutnya, mohon maaf pula saya hanya pengin jadi pendengar/pembaca saja.
    Silakan teman yang lain.
    Salam.

  14. well... gak perlu minta maaf sebanyak itu, but I appreciate that...

    soal Agus mustofa.. memang setiap org pastinya punya kekurangan dan kelebihan msg2. klo anda mengukur karya agus mustofa sbg sebuah karya ilmiah mungkin hasil penilaiannya ya spt itu... tapi, sya juga tdk memandang beliau sbg seorang peneliti.
    ia seorang penulis...? iya.
    pemikir.....? mungkin.
    tapi klo peneliti....? tentu blm bisa dibilang begitu.
    coz sya juga gak ngerti c metode yg dia pakai apa, teknik analisanya, dan satu hal yg sya perhatikan dari semua bukunya (yg juga sdh sya kritikkan lgsg ke situsnya) adalah :ia tdk pernah mencantumkan daftar pustaka. bkn berarti ini harus, tapi pendapat2 yg ia sampaikan seakan hanya datang dari dia sendiri. tdk ad dukungan teori yg formal c menurut sya.

    soal penelitian kepustakaan pun belum bisa dibilang gitu bro... (skripsi sya dulu juga penelitian kepustakaan, sya ngerti apa itu penelitian literasi). jadi, menurut saya sendiri, klo diukur dari aspek akademis atau ilmiah murni, yaa... agus mustofa dgn karya2nya itu blm bisa dibilang peneliti lah.. (gk tau lagi klo sya salah, mohon dikoreksi).

    Tapi, terlepas dari sejauh mana 'kekuatan' dari hasil 'penelitian liar'nya itu... sya rasa yg ia lakukan membawa pengaruh cukup banyak thd paradigma yg ada... walaupun tdk bisa sampai dibilang 'merubah' paradigma yg ada..

    klo mengenai topik ini sendiri, kan sya dah bilang, sebenernya... sya mau mendiskusikan mengenai sikap kita thd adanya kontroversi semacam ini, cozz kita jg gak bisa menutup mata bhwa emang kontroversi antara agama dan sains memang hampir selalu ada (jika bisa dibilang begitu).. bukannya mengharuskan utk menyatukan keduanya... kita bisa aja membahas sebab knp ada pertentangan antara dunia doktrinal dan dunia sekuler (spt yg anda bilang), ato bisa ja kita membahas knp bisa ada sikap2 ekstrimis dan liberal thd kontroversi ini... ya semacam itulah.. to klo anda masih angkat tgn, hehe, oke dah... mungkin laen kali anda bisa nentukan topik, trus undang saya yah...

  15. Diskusi macam ini jika diteruskan sampai ratusan/ ribuan generasi tak akan selesai dgn 1 kesimpulan bahkan 99% mustahil membentuk hipotesis literal, alasan utamanya cm 1 yaitu diskusi tidak diawali oleh konsepsi tunggal tentang definisi manusia. Definisi disodorkan dlm 2 versi yg berbeda dlm cakupan religi - sains yg notabene blm 'fixed' berubah seiring berkembangnya kebudayaan fisik dan non dari manusia itu sendiri. Jika ingin membahas sesuatu (dlm hal ini manusia & keberadaannya) bukankah harus dimulai dari titik yg sama (definisi dulu)?
    Biar singkat, siapa yg merasa nenek moyangnya berasal dari manusia silakan tekan angka '1' dan yang dari kera/ hewan apapun tekan '2'. Beres khan?

  16. wokeh bos....

    thx dh masukannya...

    Pertama, mungkin Anda sendiri bisa memberi definisi manusia??

    Kedua, kan saya juga dah bbrp kali bilang, sbnrnya topik ini kan membahas mengenai perbedaan sikap org2 ttg adanya kontroversi ini. ada orang yg menolak mentah2 ada yg mendukung, ada yg asal menentukan pilihan tanpa punya argumen yg mendasari... nah gmn menurut anda??

  17. @babaliciou5
    Hahahaha... nenek moyang dari garis bapak "angka 1", dari garis ibu "angka 2"... hayoooo.....

    @arihaz99
    Silakan dilanjut... semangat!!!

  18. Yang Kuasa sudah menciptakan manusia,
    terserah manusia,
    mau mendukung ciptaaannya atau mau merusak ciptaannya.
    Yang merusak ciptaannya itulah yang mencoba menerima teori evolusi manusia,
    Evolusi manusia benar-benar saja dimata orang yang mau merubah manusia,
    Bisa jadi monyet, gorila, atau apa saja
    coba lihat kloning domba dicoba praktekan pada kloning manusia, semua bisa-bisa saja.
    Masalahnya apakah itu jalan yang dikehendaki Yang Kuasa dalam ciptaan manusia.?
    Jawabannya
    Yang menolak evolusi tentunya yang mendukung ciptaan Yang Kuasa
    Yang menerima evolusi tentunya tidak mendukung ciptaan Yang Kuasa

  19. @arali2008: mungkin anda bisa lebih memperjelas pernyataan anda "ciptaan Yang Kuasa"?

    pernyataan anda yg "yang merusak ciptaannya itulah yg mencoba menerima teori evolusi manusia" tidakkah terlalu subyektif? apa dasaar pemikirannya? apa yg membuat anda yakin bahwa tindakan menerima teori evolusi itu sama dgn tindakan merusak ciptaan-Nya?

    menurut saya, teori evolusi itu sendiri tidak mungkin hanya karangan belaka dari sekumpulan org yg berniat merusak ciptaan-Nya.. sebuah teori bisa diterima dunia akademis jika telah melalui observasi, dgn metode tertentu dan merumuskan hasil tertentu...memang, jika sudah ada suatu teori, bukan berarti itu hal yg mutlak dan statis.. dgn kelemahan yg dimiliki manusia, tentu ada kekurangan sanasini dlm sebuah teoripun, tapi selama manusia terus mencari dan mencoba memahami alam ini, tentu akan ada upaya perbaikan2...

    dalam ajaran agama saya sendiri, saya menangkap bahwa kita sebagai manusia justru dianjurkan untuk 'memperhatikan' alam dan juga diri kita sendiri... dgn begitu kita akan bisa lebih mengenal-Nya... bagaimana menurut anda ttg ini? apakah anda juga meyakini ajaran ini?

    utk bisa mengenal-Nya, bnyk hal yg bisa kita lakukan, dan tentunya dgn akal dan hati nurani yg telah diberikan-Nya kepada kita.. apalah artinya klo tdk kita gunakan utk mengenal-nya, salah satu caranya ya dgn memahami fenomena alam, menggali ilmu pengetahuan, memahami ilmu-Nya, mengetahui kebesaran-Nya, dgn yakin... dgn begitu, iman akan tumbuh dan bersemayam di dalam kalbu dgn kehadiran akal dan hati, dlm keyakinan... bukankah iman itu yakin?

    jadi menurut saya, tuduhan anda thd (mungkin) ilmuwan yg berupaya mengamati tabiat alam ini dan memuahkan teori2 sesuai penemuannya itu sbg "perusak ciptaan-Nya" ini agak aneh buat saya...

    tapi mungkin anda bisa menjelaskannya lebih baik bos.. monggo..

    bung duto gabung lagi dong....

  20. saya sudah pernah memikirkan ini juga. dan saya pernah baca salah satu buku yg mengatakan bahwa darwin sangat menyesal atas teorinya itu. karena itu hanya praduganya saja. pada waktu dia hampir mati dia bertobat, dan percaya manusia tidak sama dengan bangsa primata. tapi sudah terlanjur banyak yg percaya teori darwin trsebut..

  21. @arihaz99
    Yang Kuasa itu adalah Tuhan Yang Maha Esa dalam Agama islam disebut Allah Swt
    salah satu ciptaanNya (saya beri huruf besar Nnya agar anda tidak bingung).
    Yang Kuasa menciptakan manusia----- saya kira ini semua sudah sepakat bukan subjektif
    manusia yang sempurna dimuka bumi------- ini juga semua sudah sepakat bukan subjektif

    manusia punya akal mahluk lain tidak dan walaupun mahluk lain ada tidaklah sempurna seperti manusia

    dengan akalnya manusia bisa berbuat apa saja,
    bisa berbuat baik, bisa berbuat tidak baik -------ini juga semua sudah sepakat bukan subjektif

    Dengan akalnya manusia bisa merusak, bisa juga tidak merusak-----ini juga semua sudah sepakat bukan subjektif

    Yang dirusak sudah pasti Ciptaan Yang Maka Kuasa
    bisa juga yang dirusak adalah ciptaan atau buatan antar sesama manusia ----- sudah jelas bukan subjektif

    Jadi pemikiran saya diatas adalah apa yang dilakukan manusia karena akalnya adalah benar,mau terima teori evluasi atau mau menolak evolusi adalah benar,

    sekali lagi apakah benar di mata Yang Maha Kuasa?
    bagi saya adalah manusia adalah manusia, ciptaan Yang Kuasa dan berkembang melalui perkawinan antar manusia dan hasilnya adalah tetap manusia

    yang salah adalah manusia diciptakanYang Kuasa dan berkembang melalui rekayasa genetik manusia dan bisa menghasilkan evolusi manusia, ---ini sebenarnya tidak salah, hanya tidak dibenarkan. Dan termasuk golongan orang-orang yang merusak.

    catatan untuk @hariz99, sepertinya apa yang ada tulis, Anda sendiri tidak mengerti apa yang Anda tulis. Maaf yach?!

  22. Kayaknya ntu teori darwin dah di kalahin ma AL QUR'AN tow..?!

  23. @joshuasitepu: hehe.. sya juga pernah denger, tapi blm mempelajari langsung ttg keruntuhan teori darwin. tapi apa teori evolusi itu cuma teori darwin aja ya? apa gak da teori lain? (ini beneran nanya loh...)

    teori itu sendiri gmn wujudnya mgkn sya juga gak sbrp paham, tapi yg jelas, bisa dilihat semua orang bahwa doktrin agama (yg hampir selalu tdk boleh dipertanyakan) bertentangan dgn sains kealaman (yg teori2 nya terus bertambah dan berkembang), termasuk juga mengenai asal usul manusia.

    ada yg memahami manusia itu diciptakan langsung dari tanah, dibentuk menjadi wujud manusia lalu ditiupkan Ruh-Nya.. tapi ada juga yg merasa hal ini agak dangkal, lalu meyakini bahwa wujud manusia skrg adlh hasil evolusi genetis... dsb...dsb...

    @arali2008: yg sya anggap subyektif adalah pernyataan anda bahwa "yang merusak ciptaan-Nya itulah yang mencoba menerima teori evolusi manusia" (bisa dilihat lagi si atas...
    dari pernyataan anda, seakan2 "menerima teori evolusi (tanpa melihat mutlak ato tidak, atau menolak doktrin agama atau tdk) adalah suatu tindakan "merusak ciptaan-Nya" kedua premis yg coba anda hubungkan dgn pola hubungan yg dipaksakan dan gak ilmiah itu yang sya sebut subyektif... apa indikasinya kok "menerima teori evolusi" dianggap "merusak ciptaan-Nya"??? toh bukti2 ilmiahnya ada.. walu teorinya juga masih menjadi perdebatan.. (bahkan di forum ini, hehehe)

    itu yang saya maksud bos... pernyataan anda itu.. bukan ttg:
    Yg Kuasa menciptakan manusia : saya juga tau...
    Manusia bisa berbuat baik dan tidak : sya juga tau...
    dsb... :sya juga tau...
    tapi bukan itu yg sya maksud subyektif.. coba diperhatikan lagi hayoo...

    sedikit mengenai "Kesempurnaan manusia"
    kenapa bnyk org yg nampaknya emosi klo dibilang manusia hasil evolusi dari primata (terlepas dari benar/salah)?? apakah krn "kesempurnaannya" trus menyombongkan diri dan menganggap makhluk primata "tidak sempurna"??
    toh itu ciptaan-Nya juga???

    apakah "kesempurnaan manusia" itu dilihat dan diukur dari segi wujudnya? ataukah tingkat spiritualnya?

    mengenai apakah sya sendiri tidak mengerti apa yg say tulis.. yah... menurut sya itulah manfaatnya DISKUSI, bisa berbagi pengetahuan tanpa saling menghina, dari yg tidak tau jadi tau.. klo sya tidak mengerti di mata anda, paling tidak sya mau mencari tau.. bukan sok tau.. mungkin anda lebih ngerti masalah ini, so..bisa silahkan tlg jelaskan pada forum..

    semoga bermanfaat and maaf klo da salah mohon dikoreksi...

  24. @allfine: justru ntu yg mw didiskusiin... keterangan dlm Al-Qur'an (ato mgkn kitab suci lainnya) yg bisa menimbulkan interpretasi berbeda, sering bertentangan dgn bukti2 ilmiah yg ada di alam, misalnya dlm hal asal usul manusia ni... bkn masalah sapa menang n sapa kalah...

    tpi dri postingan mu kyax kmu pro ma keterangan Al-Qur'an kan.. tpi gmn menurut mu ttg kemungkinan bahwa manusia (scr fisik) skrg ini adalah hasil evolusi dari makhluk2 sblmnya, manusia purba mgkn...??

  25. @arihaz99:
    sekadar menyela... Om punya blog atau webkah? Bisa kasih link? Atau bisa tinggalkan komentar dan email di blog saya?
    Salam...

    Silakan dilanjut diskusinya....

  26. @bung duto: ada.. http://arihaz99.wordpress.com/

    mampir yah...

    ntr q jg mampir2 ksna, link'nya??

  27. @arihaz99:
    Kok nama Om nggak dijadikan link ke blog? Kan ada tuh caranya. Kalau blog saya, ya tinggal ngeklik nama saya, nanti masuk ke blog saya.
    Salam.

  28. @arihaz99 : mungkin g ya.. Hmm.. Y may., maybe yes maybe no.. Haha..:-D

  29. @arihaz99 : mungkin g ya.. Hmm.. Y may., maybe yes maybe no.. Haha..:-D
    http://allfine.wordpress.com

  30. @duto: jgn panggil om lah... hehe, arihaz aja, ato disingkat ari..

    gmn tuh caranya? ksh guide dong... thx before..

    @allfine: kurang konkrit jwbanx............

Topik Ditutup

Topik ini telah ditutup bagi komentar baru.

Tentang Topik ini